Air baku yang tepat untuk bertanam secara Hidroponik


Salah satu faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman Hidroponik adalah air. Air merupakan faktor yang menjadi perhatian utama dalam bertani secara Hidroponik. Bukan sekedar memperhatikan kebersihan air tapi juga kandungan unsur hara yang terkandung pada air tersebut.

Air digunakan untuk membuat pupuk/nutrisi Hidroponik. Air yang belum dicampur dengan pupuk Hidroponik disebut dengan Air Baku. Setelah air tersebut menjadi larutan nutrisi Hidroponik, larutan harus diukur kebutuhan dasarnya. Larutan harus diukur kada unsur hara dan asam-basanya menggunakan TDS meter dan PH meter. Pada tingkat yang lebih lanjut, air sebaiknya diukur suhu dan kadar oksigen terlarutnya (Dissolved Oxygen).

Air baku yang digunakan untuk Hidroponik selain bersih haruslah memiliki kadar unsur hara dan asam-basa yang tepat. Sehingga air baku pun harus diukur/dicek kadar PPM dan PH awalnya sebelum ditambahkan nutrisi Hidroponik.

Air baku yang tepat untuk bertanam secara Hidroponik

Air baku yang tepat untuk bertanam secara Hidroponik sebaiknya memiliki kadar PPM di bawah 100 PPM dengan PH antara 5,5 - 6,5. Dengan air baku yang tepat pertumbuhan tanaman bisa optimum. Air baku yang disarankan untuk digunakan seperti dibawah ini.
  1. Air Destilasi memiliki 0 ppm
  2. Air Hujan memiliki 8 - 12 ppm (tergantung daerah)
  3. Air tetesan AC memiliki 12 - 50 ppm
  4. Air PAM memiliki 65-100 ppm
  5. Air Isi ulang memiliki 65 - 100 ppm
  6. Air Sumur maksimal 200 ppm.
Untuk air hujan sebaiknya tidak sering digunakan karena mengandung patogen yang dapat menyerang tanaman. Untuk penggunaan air PAM sebaiknya diendapkan dahulu agar kaporitnya mengendap. Setelah mengendap, kawan gunakan air PAM yang di permukaannya.

Jika air baku di daerah kawan memiliki kadar zat terlarut cukup tinggi di atas 200 ppm, bisa diturunkan menggunakan mesin reverse osmosis. Jika tidak mempunyai mesin reverse osmosis, kawan bisa coba pakai air baku tersebut dan amati pertumbuhan tanaman. Admin pernah menggunakan air baku dengan PPM cukup tinggi di atas 250 PPM. Tanaman pun masih bisa tumbuh dengan cukup baik hingga panen.

Pemilihan air baku yang tepat bisa mengoptimalkan pertumbuhan tanaman. Selamat bercocok tanam Hidroponik.

Begitulah informasi tentang air baku yang tepat untuk bertanam secara Hidroponik. Semoga bermanfaat. Share ke kawan-kawan tani lainnya untuk menambah wawasan dan saling mengingatkan. Jangan lupa kunjungi halaman facebook Hidroponik kami. Ayo menanam.