Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman secara Hidroponik

Sebagian besar orang beranggapan menanam itu mudah. Cukup tanam kemudian dibiarkan tumbuh tanpa perawatan. Memang tanaman masih bisa tumbuh namun tentu hasilnya tidak akan maksimal.

Walaupun kegiatan menanam hanya sebatas hoby untuk mengisi waktu luang namun perlu diketahui apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Dengan mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman, kita bisa tahu bagaimana perawatan yang baik terhadap tanaman sesuai jenisnya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman yang ditanam secara Hidroponik pada dasarnya sama dengan tanaman yang ditanam dengan teknik lainnya. Perbedaannya pada cara penanganan kebutuhan faktor-faktor tersebut supaya pertumbuhan tanaman bisa maksimal.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman secara Hidroponik

Pada Hidroponik, faktor air merupakan faktor paling dominan yang menjadi perhatian vital pagi petani Hidroponik. Selain air, berikut faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman secara Hidroponik:

  1. Cahaya
  2. Air baku bersih yang tidak tercemar dan pastikan memiliki nilai PPM serendah mungkin
  3. Udara
  4. Mineral (Nutrisi) / pupuk khusus hidroponik
  5. Suhu yang tepat
  6. PH yang tepat

Keenam faktor di atas merupakan kebutuhan dasar yang harus diketahui oleh Petani Hidroponik terutama pemula.

1. Cahaya

Cahaya mulai dibutuhkan tanaman Hidroponik sejak masa persemaian. Pada saat persemaian, setelah tanaman memiliki 3 - 4 helai daun, bibit tanaman mulai dikenalkan cahaya matahari. Pada saat itu, bibit tanaman dijemur full simat (Sinar matahari) dari pagi hingga sore hari.

Begitu pentingnya cahaya bagi tanaman, berbagai cara pun dilakukan untuk memenuhi kebutuhan cahaya. Jika cahaya tidak tersedia dikarenakan cuaca mendung/hujan, bibit tanaman Hidroponik bisa diletakkan dalam ruangan di bawah cahaya lampu. Lampu yang digunakan adalah lampu khusus tanaman misalnya lampu LED Cool Day Light minimal 13 Watt yang diletakkan kurang lebih 30 cm dari bibit tanaman.

Dari sejak persemaian hingga panen, tanaman terus membutuhkan cahaya. Tanaman yang kurang cahaya bisa mengalami beberapa gangguan tergantung jenis tanamannya.

2. Air

Air yang digunakan pada tanaman Hidroponik minimal harus bersih, tidak mengandung kotoran,sampah atau lumpur. Air yang belum dicampur dengan nutrisi/pupuk Hidroponik disebut dengan Air Baku. Air baku yang digunakan tidak boleh mengandung Chlor atau zat pencemar lainnya.

Air baku yang digunakan pada Hidroponik bagusnya memiliki PPM dibawah 100 PPM (Part per Milion). Ukuran PPM ini menggunakan alat khusus yakni TDS meter. Air baku bisa berupa air tanah, air sumur, air AC, dan air hujan.

Air hujan biasanya memiliki kualitas baik dengan EC/PPM rendah. Namun sebelum digunakan, sebaiknya disaring dulu karena dikhawatirkan banyak kotoran dari atap/genting yang masuk terbawa ke penampungan. Jika tidak menemukan air yang cukup baik pastikan air baku tidak melebihi 150 PPM.

3. Udara / Oksigen / CO2

Udara/Oksigen dibutuhkan tanaman supaya tetap segar dalam keadaan apapun. Udara dibutuhkan tanaman baik di sekitar daun maupun di sekitar perakarannya. Jika menggunakan Greenhouse, buat ventilasi yang baik dan memadai agar ada pergantian Udara.

Udara/oksigen terlarut (Dissolved Oxygen) pada larutan nutrisi/pupuk hidroponik harus diusahakan tersedia dalam jumlah yang cukup. Untuk mengetahui tingkat DO menggunakan alat DO meter yang tersedia di toko Hidroponik atau toko aquarium. Cobalah untuk menjaga kadar oksigen terlarut di atas 6 ppm lebih. Ada banyak cara untuk memasok oksigen ke dalam larutan nutrisi. Salah satunya dengan menggunakan pompa aquarium + batu udara (air stone) yang bisa didapatkan di toko aquarium. Cara sederhana menciptakan lebih banyak oksigen terlarut dengan mengaduk larutan nutrisi menggunakan tangan atau alat.

4. Mineral dan Nutrisi / pupuk


Pupuk untuk tanaman Hidroponik disebut dengan nutrisi. Nutrisi Hidroponik di Indonesia bernama ABmix. Saat ini sangat banyak merk nutrisi ABmix yang beredar. Jenis ABmix pun mengalami perkembangan. Kini sudah tersedia ABmix Premium dengan kualitas yang diyakini jauh lebih baik dari ABmix biasa.

Nutrisi Hidroponik dapat dibeli yang sudah siap pakai di toko pertanian atau toko Hidroponik. Kawan juga bisa meracik sendiri dengan mengikuti tutorial cara meracik yang banyak beredar di dunia maya. Namun sebaiknya, kawan mengikuti pelatihan meracik nutrisi Hidroponik untuk mengahsilkan nutrisi Hidroponik yang sesuai dengan wilayah tempat tinggal kawan.

5. Suhu/Temperatur

Temperatur/suhu optimal untuk lingkungan maupun suhu larutan nutrisi Hidroponik ini akan berbeda untuk setiap jenis tanaman. Pada umumnya, tanaman membutuhkan suhu larutan nutrisi Hidroponik di atas 18/20 derajat C dan di bawah 28 derajat C. Suhu yang cukup tinggi pada larutan nutrisi dapat menyebabkan tingkat (DO) Oksigen terlarut menurun bahkan bisa tidak tersedia jika suhu larutan cukup panas.

Suhu tinggi pada larutan nutrisi secara signifikan akan menghambat pertumbuhan tanaman. Suhu tinggi juga dapat mempengaruhi pertumbuhan lebih cepat seperti pada tanaman tertentu menjadi (Bolting ). Selain pertumbuhan kurang baik dapat menjadikan rasa sayuran menjadi pahit seperti pada Selada. Untuk menurunkan suhu pada lingkungan tanaman Hidroponik dapat menggunakan Paranet untuk menaungi tanaman. Pada Greenhouse dapat dipasangi AC untuk menciptakan suhu lingkungan yang cukup baik.

6. PH

PH (Power of Hydrogen) merupakan faktor yang tidak kalah penting dalam Hidroponik. Ketidaktepatan nilai PH tanaman dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Jika PH nutrisi terlalu tinggi atau rendah dari kisaran optimum, unsur hara tertentu pada nutrisi akan menjadi tidak tersedia untuk tanaman.  PH terbaik untuk setiap jenis tanaman bervariasi, tapi rentang yang baik untuk kebanyakan tanaman hidroponik adalah 5,8 - 6,2. Untuk mengetahui nilai PH larutan nutrisi Hidroponik menggunakan alat bernama PH meter.

Bercocoktanam Hidroponik tidak bisa lepas tangan tanpa perawatan. Sehingga faktor-faktor di atas sangat penting untuk dipelajari. Semoga informasi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman secara Hidroponik bisa bermanfaat. Share ke kawan-kawan tani lainnya untuk menambah wawasan dan saling mengingatkan. Jangan lupa kunjungi halaman facebook Hidroponik kami untuk tetap mendapatkan info tani terbaru. Ayo menanam secara Hidroponik.