[Lengkap] Cara pengolahan sawit menjadi minyak kelapa sawit

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menggunakan produk olahan minyak kelapa sawit. Produk olahan minyak kelapa sawit tersebut ada yang berupa produk pangan, farmasi, kosmetik dan industri. Kita setiap hari menggunakan minyak goreng, sabun mandi, shampo, dan detergen. Kita dan keluarga kita sering mengkonsumsi makanan dan minuman seperti permen, es krim, dan susu rendah lemak. Produk-produk di atas merupakan sebagian dari produk olahan yang bahan bakunya berasal dari minyak kelapa sawit.

Tahukah kamu bagaimana proses pengolahan buah kelapa sawit menjadi minyak kelapa sawit?. Minyak kelapa sawit diolah di pabrik kelapa sawit. Minyak kelapa sawit yang dihasilkan berupa minyak sawit mentah(CPO) dan minyak inti sawit (PKO). CPO dihasilkan dari daging buah kelapa sawit sedangkan PKO dihasilkan dari biji kernel kelapa sawit.

Pabrik kelapa sawit memiliki beberapa tangki penyimpanan CPO dan PKO. Jika kamu berkunjung ke pabrik kelapa sawit maka kamu akan didampingi oleh kepala pabrik pengolahan kelapa sawit. Kamu akan diberikan peralatan keselamatan (safety) untuk dikenakan selama berkeliling melihat kondisi proses pabrik kelapa sawit. Beberapa peralatan yang harus digunakan selama di pabrik kelapa sawit adalah:

  • Helm
  • Penutup telinga (ear flug)
  • Sepatu safety


Cara pengolahan sawit menjadi minyak kelapa sawit

Proses pengolahan kelapa sawit merupakan proses pengambilan minyak sawit mentah (CPO) dan minyak inti sawit (biji kernel) dari tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. TBS kelapa sawit diangkut dari blok menuju pabrik kelapa sawit menggunakan truk. Truk pengangkut kelapa sawit yang baru datang ditimbang pada jembatan timbang (weight bridge).
Proses pengolahan kelapa sawit terjadi melalui beberapa stasiun. Stasiun pengolahan kelapa sawit ini yaitu stasiun grading, loading ramp, rebusan, chainman, treser, press, dan klarifikasi. Nah, berikut tahapan proses pengolahan sawit menjadi minyak kelapa sawit.

1. Stasiun Grading
Truk pengangkut kelapa sawit akan masuk ke stasiun grading. Pada stasiun grading ini, buah kelapa dilakukan pemisahan TBS. TBS dipisahkan antara buah yang bagus dengan yang busuk. Jika ada janjang kosong dan batu maka harus disingkirkan.

2. Stasiun Loading Ramp
Dari stasiun grading masuk ke stasiun loading ramp. Di stasiun loading ramp, dilakukan pengisian lori. Lori merupakan tempat penampungan TBS dan USB sebelum diproses. Sebuah lori dapat menampung TBS sebanyak 3,2 ton. Lori-lori kemudian dibawa dengan Winch( transfer carriage system) yang berfungsi memindahkan lori berisi TBS ke jalur rail rebusan.

3. Stasiun Rebusan (Sterilizer)
TBS direbus dengan steam (uap air) selama 120 menit. Boiler diisi air sebanyak 40 ton yang dipanasi dengan menggunakan fiber. dari bolier akan dihasilkan uap air/steam. Fungsi rebusan ini adalah:

  • Merebus buah
  • Mematikan enzim/ALB/FFA
  • Melepas kernel dari sheld

Uap air yang dihasilkan dari Boiler juga digunakan untuk menyalakan turbin sehingga dapat menyalakan listrik.

Jenis Proses Perebusan

Sterilizer berukuran panjang 24 meter dan diameternya berukuran 2 meter. Rebusan/sterilizer terbagi jadi dua jenis yaitu horizontal sterilizer dan vertical sterilizer. Sistem perebusan pada sterilizer ada tiga macam, yaitu: single peak (satu puncak), double peak (dua puncak), dan triple peak
(tiga puncak). Sistem perebusan single peak menghabisakan waktu 60 menit. sedangkan Sistem perebusan double peakdan triple peak menghabiskan waktu selama 90 menit.

Horizontal sterilizer pabrik kelapa sawit
4. Stasiun Chainman
Pada stasiun ini, TBS pada lori diangkat untuk dituang ke dalam treser.

5. Stasiun Treser
Pada stsiun treser, TBS dipisahkan antara janjangan dengan brondolan.

6. Stasiun Press
Pada stasiun press, TBS diperas untuk menghasilkan CPO. Pada stasiun ini selain CPO juga dihasilkan nut kernel, dan fiber boiler. Dari nut kernel dihasilkan sheld (cangkang/batok) dan kernel. Dari kernel akan dihasilkan PKO dan ampas/bungkil. Sheld digunakan untuk bahan bakar boiler.

7. Stasiun Klarifikasi
CPO dibawa ke stasiun klarifikasi. Pada stasiun klarifikasi terdapat sand trap tank dan vibrating screen. Sand trap tank berfungsi untuk  memisahkan Crude oil dari pasir dan cangkang halus sedangkan vibrating screen untuk memisahkan Crude oil dari fibre halus (ampas) yang masih terikut. Disini dihasilkan CPO dan slude. Sludge adalah limbah yang digunakan untuk pupuk kelapa sawit., disebut juga limbah aplikasi. Sludge menghasilkan limbah cair dan padat. Limbah padat digunakan untuk composting. Dari sini pulalah dihasilkan namanya solid. Solid berbentuk seperti lumpur yang digunakan untuk pupuk tanaman.

CPO dan kernel yang dihasilkan disimpan secara terpisah. CPO disimpan pada tangki CPO dan kernel pada penyimpanan kernel. CPO dan PKO selanjutnya akan dibawa ke pelabuhan untuk diekspor sesuai permintaan konsumen.

Begitulah informasi mengenai cara pengolahan sawit menjadi minyak kelapa sawit. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan. Ayo menanam!