Sejarah dan kontribusi kelapa sawit bagi kehidupan

Apakah yang kamu tahu tentang kelapa sawit?. Bisa jadi kamu hanya pernah mendengar tentang sawit Malaysia. Selain di Malaysia, perkebunan kelapa sawit juga tersebar di Indonesia. Perkebunan kelapa sawit tersebar di Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, dan Pulau Sumatra.

Produk kelapa sawit sering kita pakai dalam kehidupan sehari-hari. Produk olahan dari minyak kelapa sawit seperti minyak goreng, sabun, mandi, shampoo, es krim, coklat, dan sebagainya. Nah bisa jadi kita tidak menyadari bahwa selama ini kita sering menggunakan produk-produk tersebut. Ini dikarenakan kita tinggal di wilayah yang terpisah dengan lokasi perkebunan kelapa sawit.

Sejarah dan kontribusi kelapa sawit bagi kehidupan

a. Sejarah kelapa sawit

Kelapa sawit berasal dari keluarga Palm (Arecaceae, dulu disebut Palmae) yang tumbuh subur di daerah tropis. Kelapa sawit berasal dari daratan Afrika, yaitu Guinea, wilayah yang berada di antara Angola dan Gambia, Afrika Barat dan banyak dibudidayakan di wilayah seperti Afrika Barat, Afrika Tengah, Amerika Latin dan Asia Tenggara termasuk di Indonesia, sejak zaman Pemerintahan Belanda.

Kelapa sawit dibawa ke Indonesia oleh pemerintah Hindia Belanda melalui perusahaan dagangnya, VOC pada tahun 1848. Mereka menanam benihnya di Kebun Raya Bogor dan Deli. Pada saat itu, permintaan minyak nabati meningkat akibat revolusi Industri. Sehingga muncullah ide membuat
perkebunan kelapa sawit berdasarkan tumbuhan seleksi dari Bogor dan Deli, maka dikenallah jenis sawit “Deli Dura”. Pada tahun 1911, kelapa sawit mulai ditanam untuk diperdagangkan. Perintisnya adalah Adrien Hallet, seorang berkebangsaan Belgia dan K. Schadt, seorang berkebangsaan
Jerman.

Di masa pemerintahan Presiden Soeharto, area penanaman kelapa sawit diperluas. Saat itu, harga minyak bumi terus meningkat, sehingga minyak kelapa sawit diperlukan sebagai energi alternatif. Mulai tahun 2006, Indonesia menjadi produsen kelapa sawit nomor satu di dunia, menggeser posisi Malaysia. Kelapa sawit dari Indonesia diekspor ke India, China, dan Uni Eropa.

Jenis kelapa sawit

Berdasarkan variasi jenisnya ada dua jenis kelapa sawit. Pertama, kelapa sawit dengan nama latin Elaeis guineensis jacq asal Afrika. Tanaman ini banyak ditanam sebagai tanaman bisnis. Kelapa sawit inilah yang banyak ditanam di Indonesia. Nama Jacq ditulis sebagai bagian nama latinnya karena tanaman ini pertama kali ditemukan oleh Nicholas Jacquin pada tahun 1763. Jenis yang kedua adalah kelapa sawit dengan nama latin Elaeis oleifera atau Attalea maripa yang berasal dari Amerika. Selain itu, kelapa Sawit juga dibedakan berdasarkan tipe ketebalan cangkangnya, yaitu: Dura, Pisifera, dan Tenera. Dura adalah sawit yang buahnya bercangkang tebal. Cangkang tebal dianggap dapat memperpendek umur mesin pengolah. Sebaliknya, Pisifera buahnya tidak memiliki cangkang. Jenis sawit ini sangat jarang menghasilkan buah karena bunga betinanya bersifat steril.Tenera merupakan persilangan antara induk Dura dan induk Pisifera. Tenera dianggap sebagai bibit unggul. Cangkang buahnya tipis dan bunga betinanya subur.


Bagian-bagian buah kelapa sawit
Kelapa Sawit memiliki siklus hidup yang cukup panjang. Daur hidupnya mencapi 25 hingga 30 tahun. Biasanya, umur sebuah pohon kelapa sawit bisa dituai hasilnya adalah 25 tahun. Setelah 25
tahun, pohon kelapa sawit sudah semakin tinggi dan tandan sudah jarang tumbuh.

B. Kontribusi kelapa sawit bagi kehidupan


Minyak kelapa sawit CPO dan PKO
Industri pengolahan kelapa sawit dikenal dengan industri oleokimia. Produk-produk utamanya berbagai produk pangan, kosmetika, farmasi, bioenergi, dan sebagainya. Produk turunan yang bisa dihasilkan dari kelapa sawit adalah industri ban, emulsifier, kertas, makanan dan minuman, produk perawatan diri, kaca film, bahan peledak, dan juga bahan bakar. Namun, pemanfaatan minyak kelapa sawit yang paling besar adalah dalam industri pangan

Selama ini, Indonesia hanya mengekspor minyak sawit mentah, sehingga tidak memiliki nilai tambah. Pemerintah mencanangkan akan mengembangkan industri hilir kelapa sawit. Sehingga ketika mengekspor akan memiliki nilai lebih. Nilai lebih ini akan mendongkrak keuntungan industri minyak kelapa sawit. Pengembangan Industri hilir berbasis sumber daya alam (pertanian) dan industri oleokimia. Industri hilir ini akan dibangun di 3 provinsi yaitu, Riau, Sumatera Utara, dan Kalimantan Timur.

Peresmian industri hilir kelapa sawit dilaksanakan oleh PT Smart. Tbk di Marunda Center International Warehouse & Industrial Estate, Kabupaten Bekasi 29 Maret 2010. Pabrik ini telah mulai beroperasi dengan jumlah tenaga kerja kurang lebih 700 orang, dan direncanakan untuk dikembangkan lebih luas lagi, sehingga akan mampu menampung sekitar 1000 tenaga kerja baru.

Hampir 80% produksi minyak sawit dunia digunakan untuk makanan. Pada 2009, dunia mengonsumsi sekitar 6,5 kilogram minyak sawit per kapita setiap tahun. Penggunaan minyak sawit
dan minyak inti sawit dalam produk makanan maupun nonmakanan, terus meningkat. Menjelang 2020, konsumsi minyak sawit dunia diperkirakan akan terus bertambah hampir 60 juta ton.

Berikut beberapa bidang industri yang menggunakan minyak kelapa sawit sebagai salah satu bahan baku pembuatan produk industri.

Industri Pangan

Pemanfaatan minyak kelapa sawit dalam industri pangan mencapai 90%. Sedangkan 10 % lagi digunakan dalam industri farmasi, industri berat dan ringan, dan industri biodiesel. Industri makanan yang memanfaatkan minyak kelapa sawit diantaranya: minyak goreng, margarine, sup, saus, kue, kerupuk, popcorn, makan malam segar (frozen dinners), susu rendah lemak, makanan panggang, permen, es krim, dan bouillons. Kelapa sawit juga digunakan sebagai sumber beta karoten dalam pembuatan pasta kacang hijau dan kacang merah.

Para peneliti di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) telah  menciptakan mentega putih. Produk ini diolah tanpa melalui proses hidrogenasi (menggabungan hidrogen dengan zat lain). Mentega putih dapat dimanfaatkan dalam pembuatan berbagai macam jenis kue. Mentega putih bebas dari lemak
trans yang dapat memicu terjadinya penyakit kanker.

Provitamin A dalam Minyak sawit terdiri atas alfa dan beta karoten. Vitamin A sangat diperlukan, terutama dalam masa pertumbuhan anak. Vitamin ini banyak terkandung dalam minyak sawit mentah.

Industri Farmasi dan Kosmetik

Minyak inti sawit (kernel) menjadi bahan baku pembuatan sabun mandi, deterjen, dan produk perawatan lainnya seperti krim, shampo, body lotion, vitamin, betakaroten, bahan semir furniture, bahan anggur. Salah satu kelebihan penggunaan minyak sawit dalam pembuatan kosmetik ini adalah minyak sawit lebih mudah diserap oleh tubuh dibandingkan dengan jenis minyak
lainnya.

Bahan baku dalam pembuatan sabun adalah minyak atau lemak dan senyawa alkali (basa). Salah satu minyak yang digunakan adalah minyak kelapa sawit. Sabun yang terbuat dari 100% minyak kelapa sawit akan bersifat keras dan sulit berbusa. Sehingga jika akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan sabun, minyak kelapa sawit harus dicampur dengan bahan lainnya.

Industri Energi

Di bidang energi, kelapa sawit awalnya dimanfaatkan untuk pembuatan lilin. Kini, kelapa sawit dapat dimanfaatkan sebagai energi alternatif biodiesel dan menjadi bahan bakar boiler. Biodiesel merupakan bahan bakar yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharui. Biodiesel dibuat dengan cara esterifikasi dan transesterifikasi minyak sawit dan alkohol rantai pendek. Pembuatan biodiesel minyak sawit dilakukan dengan cara esterifikasi minyak sawit dengan metanol menggunakan katalis
pada kondisi tertentu. Sedangkan Transesterifikasi Di industri logam kelapa sawit dimanfaatkan untuk pembuatan cold rollingdan fluxing agent pada industri perak, bahan pemisah dari material cobalt dan tembaga, pembuatan ban dan baja. Minyak kelapa sawit juga digunakan dalam industri tekstil karena dalam penggunaanya mudah dibersihkan.

Dibandingkan dengan jenis minyak lain, biodiesel sintesis dari minyak sawit memiliki
banyak kelebihan. Jumlah asap dan gas karbon yang dihasilkan biodiesel tersebut lebih rendah dibandingkan minyak lain. Biodiesel dari minyak sawit bahkan tidak menghasilkan oksida belerang yang berbahaya. Biodiesel dari minyak sawit lebih ramah lingkungan karena dapat diperbarui dan bersifat biodegradable (dapat diurai oleh mikroorganisme).

Begitulah informasi mengenai sejarah dan kontribusi kelapa sawit bagi kehidupan. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan. Ayo menanam!