Kelebihan dan kekurangan budidaya pertanian dengan aquaponik

Seiring berkembangnya teknologi yang tidak dapat dihindari, teknologi pertanian pun mengalami perkembangan pesat. Hingga pada abad 20 ini terdapat beberapa macam sistem budidaya pertanian yang ada pada kehidupan masyarakat. Sistem budidaya pertanian yang ada pada masyarakat saat ini sangat beragam dari pertanian konvensional, organik, hidroponik, hidroponik organik, vertikultur, dan aquaponik.

kelebihan dan kekurangan aquaponik
Credit : Urbanina
Setiap sistem budidaya pertanian tersebut berjalan seiring sesuai dengan pemahaman dan keyakinan masing-masing petani atau pembudidaya terhadap kelebihan dan kekurangan sistem budidaya yang diterapkan. Nah kali ini kami ingin berbagi kelebihan dan kekurangan sistem budidaya pertanian secara aquaponik.

Apa itu Aquaponik?

Aquaponik merupakan perpaduan dari sistem aquakultur dan hidroponik. Aquakultur adalah pengelolaan pada budidaya ikan dengan pengaturan PH, oksigen terlarut (Dissolved Oxygen), suhu, kuantitas, dan kualitas pakan. Sedangkan Hidroponik adalah budidaya tanaman dengan pengelolaan air dengan memeprhatikan PH air, DO, dan kadar nutrisi tanaman (Part per million). Dimana pada hidroponik, air yang bercampur dengan nutrisi tanaman tidak terbuang secara percuma melainkan mengalami sirkulasi. Sehingga Aquaponik merupakan perpaduan antara budidaya ikan dan tanaman dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut di atas.

Pada aquaponik, ikan dan tanaman dibudidayakan sceara bersamaan dengan terlebih dahulu melakukan budidaya terhadap ikan. Ikan yang menghasilkan kotoran akan diubah menjadi pupuk atau nutrisi bagi tanaman. Sedangkan tanaman berperan dalam menyaring kotoran ikan sehingga air kolam kaya akan nutrisi baik bagi ikan maupun tanaman.

Dalam budidaya pertanian dengan sistem aquaponik terdapat beberapa komponen dasar. Komponen-komponen tersebut adalah biota air, suhu, oksigen terlarut, penyaring kotoran, dan biofilter. Biofilter berperan untuk mengurangi kadar amonia yang dihasilkan dari hasil ekskresi ikan dan mengubah amonia menjadi nitrit dan nitrat.

Kelebihan Aquaponik

Setiap sistem budidaya memiliki kelebihan dan kekurangan. Sehingga suatu sistem budidaya tidak dapat dipaksakan untuk diterapkan pada seluruh masyarakat. Ini karena banyak faktor yang mendukung maupun menghambat sistem budidaya aquaponik. Berikut kelebihan sistem aquaponik.

  1. Tidak memerlukan lahan yang luas dibandingkan dengan pertanian konvensional.
  2. Menggunakan wadah yang terbatas, seperti tanki IBS berkapasitas 1.000 liter.
  3. Pada tebar ikan dan tanaman cukup tinggi.
  4. Kualitas air terjaga.
  5. Tidak memerlukan pupuk kimia
  6. Tingkat kematian ikan rendah.
  7. Waktu pemeliharaan singkat.
  8. Panen ikan sekaligus tanaman.
  9. Limbah yang dihasilkan sedikit dan ramah lingkungan



Kekurangan Aquaponik

Selain kelebihan-kelebihan di atas, berikut kekurangan-kekurangan dari sistem budidaya pertanian secara aquaponik.

1. Bergantung pada pasokan listrik untuk menyalakan pompa air.
Listrik dibutuhkan untuk menyalakan pompa. kalau pompa tidak menyala dalam jangka waktu cukup lama dapat menyebabkan penurunan kualitas air dan keasaman air. Ini dikahwatirkan menyebabkan kematian pada ikan dan kekurangan unsur hara pada tanaman.

2. Membutuhkan genset.
Untuk mengatasi persoalan listrik, pembudidaya juga perlu menyiapkan genset untuk berjaga-jaga saat listrik mati.

Begitulah informasi mengenai Kelebihan dan kekurangan budidaya pertanian dengan aquaponik. Semoga bisa menambah wawasan. Terima kasih.